Tradisi Lebaran di Negara-negara Muslim


090921clebaran Bagi warga Indonesia Lebaran identik dengan ketupat. Tapi apakah di negara muslim lain kita dapat menemukan ketupat? Sepertinya tidak. Karena sejumlah negara memiliki tradisi unik dalam merayakan Idulfitri.

  • Di Mesir, misalnya, saat hari kemenangan tiba, para keluarga Mesir berbondong-bondong turun ke jalan dan pinggiran Sungai Nil, guna merayakan dan memamerkan pakaian baru yang dikenakan anak-anak mereka. Untuk memeriahkan suasana kapal-kapal yang melintas di sungai terpenting di Mesir itu dihiasai dengan berbagai warna yang menarik. Jika sudah begini, suasana lalu lintas di jalan akan penuh dan macet. Ada satu lagi yang populer di Mesir. Mereka terbiasa menyajikan ikan asin saat Idulfitri. Pasalnya, selama Ramadan mereka menahan untuk tidak mengkonsumsinya.
  • Lain Mesir lain pula Arab Saudi. Umat Islam Saudi mendekorasi rumah mereka dan mempersiapkan sejumlah penganan mahal untuk menyambut rekan dan keluarga. salah satu yang terkenal adalah potongan daging domba yang dicampur dengan nasi dan sayuran tradisional. Di Riyadh, sejumlah perayaan digelar, seperti pagelaran teater, pembacan puisi, parade, dan sejumlah program yang diadakan khusus wanita. Bahkan juga ada pertunjukkan musik tradisional, balap mobil, dan sepeda.
  • Di Sudan tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Selesai melakukan salat Idulfitri, umat Islam Sudan beramai-ramai saling mengunjungi tetangga dan sanak saudara. Di wilayah perkotaan, tempat-tempat rekreasi pun ramai dikunjungi.
  • Seolah tak mau kalah dengan umat muslim di negara lain. Muslim Palestina juga merayakan Idulfitri dengan suasana bahagia. Pasar dan tempat berbelanja penuh saat Lebaran tiba. Meski demikian, blokade Israel atas Gaza menyebabkan perayaan Idulfitri dilakukan dengan cara yang sederhana. “Apakah orang yang kehilangan keluarganya akibat perang akan membeli baju dan sepatu baru,” ujar Midhad Ihmeid seorang penduduk Gaza, seperti dikutip Associated Press, Senin (21/9).
  • Hal yang tak jauh berbeda terjadi di Yaman. Di utara negara tersebut perang melanda antara milisi syiah dan pasukan pemerintah. Suasana yang mengerikan membuat penduduk tak dapat merayakan Idulfitri dengan tenang. Warga lebih memilih tinggal di dalam rumah.(AND)

sumber:liputan6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s